Thursday, August 06, 2009

Review Head MX klep FU

Langsung aja, selain untuk memperbesar tenaga mesin dan berusaha agar laju aliran gas bakar debitnya lebih banyak dan power yang dihasilkan lebih maksimal.
Saya harap Brothers disini udh pada tau semua yah, terutama bagi yg ilmunya udh tinggi., soal tujuan lain dari perubahan ukuran klep.
pada dasarnya ukuran klep Jup MX yg dasarnya 135cc sudah cukup mumpuni untuk mengatur jumlah gas bakar yg masuk dan keluar dari ruang pembakaran, tetapi bagi yg sudah melakukan boreup simple dg memakai blok VIXION 150cc maka hal tersebut dapat menjadi sesuatu hal apabila di ibaratkan seperti sayur kurang garam.., ato kayak ada yg kurang lah.. hehe
hal ini sudah saya buktikan sendiri bahwa memakai klep std dg seher VIXION power mesin serasa ketahan dan suhu mesin pun agak panas apalagi yg sudah menaikan kompresi, ganti Cam, CDI yg lebih advance, dll. untuk itu kalian harus lebih cermat jangan asal memboreup seenaknya.. tanpa di imbangi penyesuaian pd sektor klep hal tersebut menjadi mubajir.
Alasannya cukup simple, mari sama sama kita tengok kompetitor terdekat dari MX yaitu FU yg aslinya 150cc dg 4 klep dg konfigurasi 2 klep In x 22 mm dan 2 klep Ex x 19 mm monggo di bandingkan dl dg MX yg 2 klep In x 19,5 mm dan 2 klep Ex 17 mm, hal ini menjadi sesuatu yg sepertinya memang benar benar telah di hitung oleh insinyur pabrikan szk agar pas dengan konfigurasi mesin 150 cc nya.
Skrng pertanyaan nya brp ukuran klep ideal dari 165 cc..?? apakah 23-21 kah ato bahkan lebih..?? pikirkan sendiri., tp belajar dari case yg ada biasanya klo cc naik sebesar 15 cc maka klep biasanya naik masing masing 2 mm untuk ukuran 4 klep lho.


Nah saya jadi bingung mau mulai dari mana yah..? hehe


First thing first marilah kita siapkan beberapa bahan yg dibutuhkan :
1 Set Klep sat FU, Head Cylinder Assy, Rocker arm component seperti Retainer, Shaft rocker, Lock valve spring, Perklep, dll pokoknya banyak dah, sampai Custom Spring Valve serta Shim Valve.


Oke test bed kali ini adalah MX saya yg masih std lah.., maksudnya std bisa bwt ngapel, ke kampus, pasar, masjid, kumpul bareng tmn tmn ymci jogja, ato touring sampe Bromo.. haha big grin
dalam pengetesan kali ini dilakukan tadi sore wkt Jogja di MOTOTECH Indonesia, Timur terminal Giwangan Jogjakarta.
secara dari pengetesan sblm nya yg berubah hanya Karburator dan Klep FU saja, yg lain tetap std kayak pengetesan sblmnya maksudnya bahan bakar std premium pasti pas, busi std, bobot tester std saya 70 Kg.. hehe ohya sehubungan yg dipakai adalah head baru maka ada perbedaan kompresi pd test sblmnya, karena pd head sebelumnya sudah mengalami pembubutan 0,5 mm, jd yg dipakai ini std ting ting hanya klep nya saja yg lebih besar, dan karena seriring waktu beberapa komponen dari MX saya seperti kampas kopling dan ring seher sudah mengalami ke aus an.

dan yg dipakai untuk test adalah gear 3 dan 4 dimana pencatatan di mulai dari Rpm 6.000 sampai 13.000 sebanyak 4 kali dan diambil rata ratanya..,
oke dibawah ini saya lampirkan beberapa picts hasil pencatatan mesin dyno tsb,
silahkan di nikmati.


Gear 3




Gear 4




Sebagai pembanding boleh lihat hasil pengetesan beberapa bulan yg lalu (sorry td lupa minta softcopy nya jd ambil manual dari arsip sblmnya)


Gear 3






dari perbandingan gambar tersebut terlihat peningkatan sebesar 3.2 HP dari pengujian sebelumnya yg mandek di angka 18,7 HP @ 9200 Rpm, menjadi 21,9 HP @ 10215 Rpm, lalu torsi berubah dari 14,63 N*M @ 8189 menjadi 16,44 N*M @ 8606 dari hal tsb dapat di tarik kesimpulan juga bahwasanya memperbesar klep memicu pergeseran kurva powerband.

berbicara soal feeling langsung yg saya rasakan pd MX adalah tarikan bawah tengah ke atasnya semakin baik padahal kompresi mesin lbh rendah, tapi lebih kerasa powernya setelah masuk Rpm 7.000, dan yg paling saya suka suhu mesin cenderung jauh lebih adem karena lebih lancarnya keluar masuk bahan bakar, efek lainnya adalah pencapaian putaran mesin bertambah tinggi suara knalpot serasa makin padet dan keras.
sedangkan segala sesuatu pasti ada minusnya, yaitu kompresi sedikit turun dan konsumsi bahan bakar semakin boros.


akhir kata diatas langit masih ada langit dan diatasnya msh ada lagi, so mohon maaf atas segala kekurangan, CMIIW dan apabila ada pertanyaan langsung aja dibahas disini, mari kita sharing sama sama agar lebih tau dan tau lebih., atau jika berkenan bisa langsung japri saya di no IM3 saya, Insya Allah akan saya bantu.
Trims.


From my post in http://www.ymci.web.id/forum2/viewtopic.php?t=6209&start=0

Review Cylinder Blok Vixion

Salam hangat, sehangat mesin 4 langkah... hehe
buat brother sekalian yg berencana meningkatkan kapasitas mesin std MX menjadi 150 cc dengan memakai blokset Vixion, mudah mudahan sedikit sharing yang saya ada tulis dibawah ini ada manfaatnya.
Langsung saja, berdasarkan spesifikasi teknis Jupiter MX memiliki perbandingan bore x stroke 54 mm x 58,7 mm, maka akan diperoleh ukuran kapasitas mesin 135 cc. Dimana dg prinsip overstoke / longstroke tersebut umumnya ampuh mendongkrak moment puntir hasilnya adalah punya torsi putaran rendah yang lebih besar, juga dapat mempunyai rasio kompresi yang lebih tinggi, juga berarti lebih hemat bahan bakar dan menghasilkan gas buang yang lebih bersih. Namun semenjak kemunculan Vixion yg mempunyai bore x stroke 57 mm x 58,7 mm yang dapat dikatakan sebagai tipikal mesin yg square antara ukuran bore x stroke menyebabkan beberapa speedfreak mulai melirik mengaplikasikan piston tersebut guna meninggalkan beberapa kekurangan dari mesin longstroke dan mengejar karakteristik mesin square. FYI Jika ukuran bore sama dengan stroke atau rasio bore-stroke sama dengan 1, maka disebut mesin square, umumnya rasio bore-stroke berkisar antara 0.95 sampai dengan 1.04 disebut sebagai mesin square. Beberapa keunggulan mesin yg square adalah Engine tipe ini memiliki tenaga yang hampir merata di semua tingkatan RPM baik di RPM rendah, menengah, maupun RPM tinggi. Untuk mengetahui manfaat lain dari mesin square saya coba sertakan sebuah petikan dari wikipedia.

Oversquare
=========
A piston engine is oversquare or shortstroke if its cylinders have a greater bore (width, diameter) than stroke (length of piston travel). This is generally considered to be a positive trait, since a shorter stroke means less friction and less stress on the crankshaft. An oversquare engine is generally more reliable, wears less, and can be run at a higher speed; though with the aid of modern technology, the disadvantages of undersquare or longstroke engines have been overcome. In oversquare engines power does not suffer, but low-speed torque does to some degree, since torque is relative to crank throw (distance from the crank center to the piston pin center)—the leverage, essentially. An oversquare engine cannot have as high a compression ratio as a similar engine with a lower bore/stroke ratio, and using the same octane fuel.[citation needed] This causes the oversquare engine to have poorer fuel economy, and somewhat poorer exhaust emissions.[citation needed] Engines can be modified by being "de-stroked", shortening the stroke to increase maximum rpms and top-end horsepower, at the expense of low-end torque.

Oversquare or shortstroke engines have a tendency to overheat[citation needed], but modern designs usually compensate for this tendency. Oversquare engines are lighter and shorter than similar undersquare engines along the direction of piston travel, but they are wider in directions perpendicular to piston travel. As the length is not a large problem, these engine types are highly favored by many manufacturers because of their power and compact size.

Modifikasi ini diperuntukan bagi beberapa penyuka kecepatan terutama yg kurang puas dg karakter kinerja mesin std MX dg cc std 135 yg kemudian mengaplikasikan piston Vixion yg memiliki ukuran 57 mm tersebut, atau bagi beberapa konsumen yg kebetulan blok 135 cc nya mengalami kerusakan sehingga memaksa dia menganti baru blok piston ring dll modifikasi ini dapat menjadi alternatif mengingat harga yg sama dg blokset std MX. Apalagi piston serta blok Vixion merupakan teknologi yg sama dari Jupiter MX mulai dari DiAsil Cylinder, Forged piston, sampai Liquid Cooling hanya ukuran saja yg membedakan mereka jadi jaminan untuk soal endurance atau ketahanan dari pengaplikasian blok Vixion memiliki jaminan garansi dari sisi teknologi serta material yang dipakai, setindaknya sama yg digaransikan Yamaha 50.000 KM / 5 tahun. Lalu sebetulnya apa tujuan untuk meningkatkan ukuran ruang bakar yang semula 135 cc menjadi 150 cc, berbicara fundamental dari dari segi teknis maka fungsi ruang pembakaran dimesin itu adalah tempat untuk menghasilkan tenaga, alasannya sederhana campuran bahan bakar dg udara di ledakkan dalam blok cylinder guna menghasilkan tenaga yg akan mengerakkan kruk as sampai komponen lainnya, terjadinya perubahan energy dari kimia menjadi energi gerak / kinetik tersebut sebetulnya mempunyai keterkaitan antara proses dg hasil, bagaimana perubahan energy diproses akan menentukan hasil akhir dari torsi dan tenaga yg dihasilkan sebuah mesin.
Teorinya semakin besar ledakan dalam blok silinder maka semakin besarlah tenaga yg dihasilkan mesin...

Hasil yang diperoleh setelah upgrade jd 150 cc dg set VIXION dg std prosedur adalah;
Powerband merata disemua gear.., efeknya akselerasi ditiap gear meningkat.., klo CDI masih std akan kerasa sekali cepat nyentuh limiter.., sedangkan bagi yg sudah menganti CDI Racing/unlimiter efeknya top speed tiap gear terdongkrak.., misal tadinya gigi 1 cuma 50 km/h maka dg upgrade jd 150 cc bisa 55 km/h, begitu seterusnya dg gigi 2, 3 sedangkan untuk topspeed akan terjadi peningkatan sekitar 10-15 km/h pada mesin std, namun yang terpenting adalah time to peak atau waktu tempuh yg diperlukan untuk mencapai kecepatan puncak akan naik kisaran 20 % .
Lalu mengenai konsumsi BBM akan ada kecenderungan untuk lebih irit atau minimal sama dengan konsumsi BBM kond. mesin std, hal ini terjadi akibat torsi motor bertambah mulai dari Rpm awal sampai akhir tidak hanya itu tetapi horsepower pun akan meningkat di rentan Rpm yg lebih tinggi, sehingga untuk berakselerasi dari 0 sampai kecepatan rata-rata 80 km/h tidak perlu membuka throttle terlalu banyak seperti pada kondisi std, tetapi semua itu juga tergantung kepada riding style dari pengendara.
Untuk pengujian hasil secara detail diatas mesin dynotest sepertinya belum dapat penulis lakukan mengingat keterbatasan dalam hal objek yg akan digunakan dalam test tersebut.

Berbicara soal parts yg dibutuhkan untuk modifikasi boreup ini adalah sbb :
1. CYLINDER (3C1-E1311-00) -> Rp 404.500
2. PISTON (3C1-E1631-00) -> Rp 146.000
3. PISTON RING SET (3C1-11603-00) -> Rp 140.000
4. PIN PISTON (3C1-E1633-00) -> 18.500
5. GASKET CYLINDER HEAD (3C1-E1181-00) -> 12.500
Harga parts berdasarkan pricelist resmi Yamaha tahun 2009.

Sedangkan untuk penyesuaian pada saat pemasangan penulis menyarankan untuk membubut boring luar dari blok Vixion tsb, dikarenakan beda ketebalan antara blok std MX dg Vixion sehingga apabila langsung dipasang akan menyangkut pada pertengahan lubang blok, sebagai referensi jadikan saja diameter luar boring tersebut menjadi 67 mm, masih ada sisa 3 mm untuk pemuaian pada lubang crankcase MX yg memiliki diameter 70 mm.
Lalu untuk mengembalikan kompresi mesin yg sejatinya menurun akibat profile dari piston Vixion maka penyesuaian dapat dilakukan dg mencopot gasket blok yg memiliki ketebalan 0,45 mm namun cara ini sedikit memiliki kekurangan karena rambatan panas hasil pembakaran diblok lebih mudah mencapai crankcase sehingga nantinya panas yg dihasilkan akan lebih tinggi pada mesin bagian bawah, atau cara paling aman adalah membubut permukaan blok bawah sebanyak 0,5 mm (street performance) atau 0,8 mm (race use) yg tujuannya adalah memperpendek volume ruang bakar.
Parts pendukung lain yg saya rekomendasikan dalam menyesuaikan modifikasi ini adalah CDI, setindaknya gunakanlah CDI yg memiliki rentang limiter putaran mesin yg lebih tinggi mis. CDI Mio (Rpm 10.500), Jupiter lama dg kode 5LL (limiter more than 13.000 Rpm), atau CDI racing yg beredar dipasaran, karena pembengkakan pada ruang bakar akan menggeser kurva dari powerband mesin kearah lebih tinggi jadi percuma saja apabila boreup ini dilakukan tanpa menggeser limiter melebihi 9.000 Rpm, ibarat tenaga masih berjalan tetapi sudah dibatasi oleh CDI.

Sekian sedikit review dari saya, mudah mudahan bisa menjawab sedikit FAQ kawan kawan sekalian yg nantinya akan berencana mengupgrade mesin MX nya menjadi 150 cc.
Mohon maaf apabila ada kekurangan, CMIIW.
Best Regard.
Trims.